Sabtu, 19 September 2009

Doa untuk kekasih Hati

DOA UNTUK KEKASIH HATI


Allah Yang Maha Pemurah, terimakasih Engkau telah
menciptakan dia dan mempertemukan saya dengannya.

Terimakasih untuk saat-saat indah yang boleh kami
nikmati bersama.
Terimakasih untuk setiap pertemuan yang boleh kami
lalui bersama.
Terimakasih untuk setiap saat-saat yang lalu.
Saya datang bersujud dihadapan-Mu, Sucikan hati saya
yaa Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan
rencana-Mu dalam hidup saya.

Yaa Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya,
janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya.
Janganlah biarkan saya melabuhkan hati saya dihatinya.

Kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan usirlah
dia dari relung hati saya.
Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di
dada ini dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus dan
murni.

Tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai
sahabat.
Tetapi jika Kau ciptakan dia untuk saya, yaa Allah,
tolong satukan hati kami.
Bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima
dia seutuhnya.

Berikan saya kesabaran, ketekunan, dan sungguhan untuk
memenangkan hatinya.
Urapilah dia agar dia juga mencintai, mengerti dan mau
menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan
saya sebagaimana saya telah Kau ciptakan.
Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh-sungguh mencintai
dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia.

Yaa Allah Maha Pengasih, dengarlah doa saya ini.
Lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan
kehendak-Mu.

Allah Yang Maha Kekal, saya tahu Engkau senantiasa
memberikan yang terbaik buat saya.
Luka dan keraguan yang saya alami pasti ada hikmahnya.
Pergumulan ini mengajar saya untuk hidup makin dekat
pada-Mu, untuk lebih peka terhadap suara-Mu yang
membimbing saya menuju terang-Mu.
Ajarlah saya untuk tetap setia dan sabar menanti
tibanya waktu yang telah Engkau tentukan.

Jadilah kehendak-Mu dan bukan kehendak saya yang jadi
dalam setiap bagian hidup saya, yaa Allah.
Amin.


UNTUK SUAMI
( Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Laki-laki )
Pernikahan ataupun perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah.
Justeru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah...

Pernikahan ataupun perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama.
Isteri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Isteri adalah tanaman, Kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Isteri adalah murid, Kamu mursyidnya,
Isteri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya,

Saat Isteri menjadi madu, Kamu reguklah sepuasnya,
Seketika Isteri menjadi racun, Kamulah penawar
bisanya,
Seandainya Isteri tulang yang bengkok, ber hati2lah
meluruskannya,

Pernikahan ataupun perkawinan,
Menginsafkan kita perlunya Iman dan Taqwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justeru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasulullah,

Pun bukanlah Saidina Ali Karamaullahhuwajah,
Cuma suami akhir zaman,
Yang berusaha menjadi Soleh... Amin.


UNTUK ISTRI
( Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita )
Pernikahan ataupun perkawinan,
Membuka tabir rahasia,
Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad,
Tidaklah setakwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Ayub,
Atau pun segagah Musa,
apalagi setampan Yusuf
Justeru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang Soleh .......
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,
Suami adalah Nakoda, Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, Kamu adalah
penuntunnya,

Saat Suami menjadi Raja, Kamu nikmati anggur
singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, Kamu lah penawar
obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah
memperingatkannya.
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya Iman dan Taqwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justeru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah,
yang begitu sempurna di dalam menjaga
Pun bukanlah Hajar,
yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman,
Yang berusaha menjadi Solehah..... Amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar